Mainframe – Solusi Paling Jitu untuk e-Government Indonesia

12 Jul Mainframe – Solusi Paling Jitu untuk e-Government Indonesia

Mainframe awalnya adalah sebuah teknologi server yang paling aman, paling cepat dan skalabilitasnya paling panjang, mulai dari setara mid-range menengah hingga raksasa terbesar di dunia. Dan yang paling penting, tingkat pengamanannya tidak sekedar menyediakan tameng terkuat terhadap cybercrime saja, namun juga strategi jitu untuk menghadapi bencana alam yang dengan tenologi dinamakan geographically dispersed parallel sysplex (GDPS), dimana 2 atau lebih server mainframe dikonfigur antar kota antar propinsi. Semua ini menjadikan mainframe satu-satunya teknologi server yang memenuhi persyaratan untuk menjalankan aplikasi yang bersifat mission-critical atau business-critical. Dan karena itu pula lah, mainframe hingga hari ini tetap mendominasi situs-situs pemerintahan dan perbankan.

System z atau z/Series adalah mainframe generasi terkini. Selain dibekali microprocessor z196 yang menyandang predikat processor tercepat di dunia, 5.2 Ghz, juga dibekali kemampuan menjalankan semua jenis aplikasi yang ada saat ini. Sehingga mainframe kini sudah benar-benar menjadi gugus kuasa atau himpunan kuasa dari seluruh platform IT, baik dari sisi kapasitas maupan integritas.

Dari sisi kapasitas sudah jelas. Kita bisa memulainya dengan skala setara server biasa hingga skala terbesar yang pernah ada di planet bumi. Perubahan atau penambahan kapasitas tidak mempengaruhi konifgurasi hardware maupun software. Kurang daya proses, tinggal menambahkan processor. Kurang memori tinggal nambah memori. Kurang daya tampung disk tinggal nambah disk. Kurang saluran penyambung disk tinggal nambah channel. Kurang daya aggregat I/O atau kehabisan slot untuk sambungan channel tinggal nambah I/O processor untuk mendapatkan 256 slot baru. Kehabisan slot untuk nambah processor, tinggal nambah system control element (SCE) untuk mendapatkan tambahan 256 slot baru. Demikian seterusnya sehingga tidak pernah berakhir. Memang kenyataannya belum pernah ada situs mainframe yang kapasitasnya mentog.

Dari sisi integritas software, hampir semua aplikasi yang ada saat ini bisa diakomodir di mainframe. Aplikasi yang berbasis Linux maupun AIX bisa dikonversi maupun di-rehosted bersama OS-nya ke mainframe. Sedangkan aplikasi-aplikasi lainnya bisa dikonversi ke mainframe. Bahkan aplikasi-aplikasi tradisional mainframe yang semula berbasis dumb terminal maupun client/server bisa dibuatkan front-end berbasis web.

Dari sisi SDM, hanya admin, support dan operator yang diharuskan menguasai skill mainframe. Yang lain termasuk programmer tidak perlu, bahkan tidak perlu tahu bahwa mereka sedang login mainframe. Mereka bisa login ke mainframe melalui komponen USS dari terminal telnet biasa seperti mereka login ke Unix atau Linux. USS akan menampilkan OS mainframe (z/OS) benar-benar seperti Unix. Mereka tidak perlu tahu penampilan native mainframe kecuali akan merawat program maupun informasi yang beraliran tradisional mainframe.

Kenapa e-Gov Cenderung Memilih Mainframe?

Sekecil apapun negaranya, e-Gov pasti merupakan sistem yang besar. e-Gov juga merupakan aplikasi yang mission-critical, karena sebagian besar kontennya adalah informasi dan dokumen negara yang sensitif dan rahasia. Informasi semacam ini tidak hanya harus terlindung dari tindak kriminal cyber, tetapi juga sebisa mungkin berpeluang aman dari bencana alam. Dari sini sudah nampak perlunya IT yang mampu menjawab kebutuhan tersebut, tidak lain hanya mainframe.

Konten e-Gov sebagian besar tidak mengenal kadaluwarsa. Artinya, informasi semacam itu akan terus bertambah sesuai dengan perjalanan waktu. Terlebih untuk Indonesia, negara besar yang berpenduduk lebih dari 250 juta jiwa. Tentu awalnya pun sudah memerlukan kapasitas yang besar. Untuk itu diperlukan IT yang skalabilitasnya sangat panjang. Jawabannya cuma satu, mainframe.

Salah satu fungsi e-Gov adalah menggantikan layanan manual dalam melayani rakyat. Tentu e-Gov akan menjadi sebuah sistem yang padat transaksi melebihi bank. Bahkan e-Gov juga harus terhubung dengan sistem perbankan setiap bank untuk keperluan validasi menghindari munculnya rekening fiktif untuk tujuan kriminalitas. Tentu diperlukan IT yang sudah terbukti mampu memberikan layanan 24 jam sehari dan 7 hari seminggu sepanjang tahun tanpa henti. Jawabannya hanyalah mainframe.

Masih banyak lagi argumentasi yang belum diungkapkan disini, yang pada dasarnya, mainframe adalah satu-satunya pilihan jitu untuk e-Gov. Sangat disayangkan jika mainframe tidak dipertimbangkan dalam penbangunan e-Gov hanya gara-gara ketidaktahuan para pakar yang berperan saat ini.

Kuatir SDM Langka?

Alasan paling klasik untuk tidak menimbang mainframe adalah kelangkaan SDM. Benarkah SDM mainframe langka? Jawabannya benar! SDM mainframe saat ini memang langka. Tetapi jangan dibayangkan semua SDM mainframe langka. Aplikasi mainframe sama saja dengan server lain, sehingga untuk aplikasi tidak perlu SDM aplikasi mainframe, kecuali yang kita bangun benar-benar aplikasi native atau legacy mainframe, seperti aplikasi berbasis CICS, Cobol, IMS dll. Bahkan aplikasi native pun jika berbasis RDBMS seperti DB2, tidak perlu SDM mainframe, yang penting SDM yang mahir SQL. Terlebih jika aplikasi yang kita bangun berbasis Java, C/C++, HTTP, PHP dll, rasanya tidak ada kaitannya dengan SDM mainframe yang dimaksudkan.

OS mainframe pun memiliki fasilitas USS yang penampilannya persis Unix. Artinya, SDM yang berurusan dengan mainframe di wilayah server pun cukup dengan ketrampilan Unix. Yang benar-benar memerlukan spesialisasi mainframe adalah mereka yang akan ditugaskan menjadi technical support, systems administrator, security administrator dan systems engineer. Karena mereka memang benar-benar harus mampu bersentuhan dengan mainframe secara native.

SDM tersebut memang langka. Tetapi bukan berarti mustahil dibuat menjadi tidak langka. Selama ada pakar yang siap melatihnya, kita masih punya harapan. Selakan baca disini.

Keuntungan Ganda

Dengan menggelar e-Gov berbasis mainframe, sebenarnya kita mendapatkan keuntungan ganda. Pertama, kita akan memiliki e-Gov yang handal seperti e-Gov yang dimiliki oleh negara-negara lain pada umumnya, terutama negara-negara maju. Semasa membangunnya pun tidak seperti berjalan di tengah padang pasir tidak ada kepastian arah. Sementara sebagian kru sibuk menjaga situs yang sudah ada agar tidak dijebol orang. Dengan mainframe, referensinya sudah jelas. Kita bisa mengikuti arah mereka. Bukan berarti mencontek, namun kita tidak bisa pungkiri bahwa tanpa mainframe pun sebenarnya juga meniru orang lain. Bedanya, yang berbasis non-mainframe umumnya meniru orang yang sedang meniru. Sedangkan yang berbasis mainframe, kita bisa langsung meniru contoh yang sudah jalan sejak puluhan tahun silam.

Kedua, meniadakan kelangkaan SDM mainframe di negeri ini. Dengan diselenggarakannya pendidikan dan pelatihan dalam rangka mempersiapkan e-Gov berbasis mainframe, maka ketidaktahuan masyarakat tentang mainframe bisa dikurangi, termasuk dari kalangan akademisi. Akibatnya banyak yang ingin tahu apa itu mainframe. Selanjutnya mereka akan tahu prospek SDM mainframe di dunia saat ini. Hal ini sangat memungkinkan munculnya harapan baru bagi dunia akademik maupun bisnis untuk menghadirkan kegiatan baru yang berkaitan dengan mainframe, baik dari sisi pendidikan dan pelatihan maupun bisnis lainnya. Jika beruntung, kita menjadi lahan penyedia SDM mainframe yang dipercaya dunia, yang selanjutnya menjadi sumber devisa baru.

Ketiga, khusus bagi NSI, memungkinkan selain mengkonsumsi produk yang sudah ada (zJOS-XDI), juga menantang NSI untuk memproduksi produk-produk baru. Ini merupakan simbiosis mutualisme dimana e-Gov mendapat keringanan biaya karena produk NSI lebih murah dibanding produk vendor asing, namun disisi lain e-Gov ikut mendukung membesarkan NSI. Situs mainframe yang lain bisa jadi tergugah untuk ikut serta membesarkan NSI dengan mengkonsumsi produk-produknya. NSI selanjutnya berpeluang melejit menjadi lahan dan harapan baru bagi para lulusan baru IT yang brilian untuk bergabung bersama mendobrak pasar global. Ini akan menjadi kehormatan bagi bangsa Nusantara karena satu-satunya negara di luar Amerika yang ikut berkiprah dalam industri system-level software.

Mungkinkah e-Gov Indonesia Memilih Mainframe?

Seperti telah disinggung di atas, untuk e-Gov Indonesia, mainframe seharusnya satu-satunya solusi yang paling tepat. Mengingat besarnya wilayah dan jumlah penduduk serta keragaman SDA di negeri ini, tentu membutuhkan kapasitas IT yang sangat besar dengan skalabilitas yang sangat panjang yang hanya bisa dijawab oleh mainframe. Mengingat negeri ini adalah negara “kesatuan”, yang seharusnya menerapkan pengendalian tunggal terpusat, maka penyelenggaraan e-Gov mestinya lebih sederhana sehingga bisa digelar secara serempak. Terlebih jika basisnya mainframe, semua server hanya virtual server di dalam mainframe. Selain konfigurasinya lebih sederhana, integrasinya juga sangat mudah dan leluasa.

Namun kenyataannya tidak seperti konsep dan teorinya, dimana e-Gov merupakan pangejawantahan pemerintah sebuah negara di dunia maya. e-Gov di negeri ini merupakan pangejawantahan pemda kabupaten dan kota di dunia maya. Karena digelar oleh setiap pemda kota dan kabupaten dengan gaya dan kekhasannya masing-masing. Mungkin karena alasan otonomi daerah, maka e-Gov-nya pun otonomi. Belum nampak arahnya apakah masing-masing e-Pemkot dan e-Pemkab sudah dipersiapkan integrasinya dengan e-PemRI, ataukah akan jalan sebagai e-Gov sendiri-sendiri.

Jika e-Gov memang direncanakan sendiri-sendiri untuk setiap pemkot/pemkab, tentu mainframe menjadi tidak layak dipakai. Selain kapasitasnya sangat rendah, tingkat sensitivitas informasinya pun cenderung menjadi tidak terlalu penting. Secara alami, kru IT akan sangat dipengaruhi oleh pejabat setempat yang berkepentingan. Dengan demikian, penggunaan server yang tingkat proteksinya tinggi cenderung tidak disukai.

Yang jelas, dengan tumbuh sendiri-sendiri dari tingkat pemkab/pemkot, total biaya yang diperlukan jauh berlipatganda dibandingkan jika tumbuh dari pusat yang hanya satu. Memang secara teori untuk negara kesatuan, meskipun e-Gov digelar sendiri-sendiri di setiap pemkab/pemkot, sistemnya bisa satu digandakan. Karena model dan formatnya tentu seragam. Yang beragam hanya kontennya dan mungkin sedikit pernik-pernik yang berkaitan dengan kekhususan di setiap daerah.

Namun, penyelenggaraan e-Gov sendiri-sendiri juga bisa dicarikan dalih positifnya. Terutama menciptakan kesempatan bagi putera-putera daerah untuk berkiprah di kampung sendiri. Berarti mereka tidak mengundang vendor luar daerah. Meskipun demikian, semua pihak harus menimbang bahwa e-Gov adalah sebuah sistem informasi serius, bukan media untuk latihan. Pembangunan pondasi awal e-Gov adalah sebuah pembangunan sarana negara yang serius untuk kepentingan rakyat dalam jangka panjang.

Meskipun (katakanlah) e-Gov digelar tersebar tiap pemkab/pemkot, selama satu sama lain ada sharing dan ada bagian yang terpusat, mainframe masih lebih menguntungkan. Misalnya, data kependudukan, pajak dan SDA terpusat, dan data kepegawaian, pendapatan daerah dll share dengan pusat. Maka e-Pemkab dan e-Pemkot hanyalah sistem informasi manajemen dan perkantoran setempat ditambah web untuk menampilkan informasi potensi lokal. Migrasinya ke mainframe bisa dilakukan dalam 3 tahap.

  1. Server pusat yang berisi data-data tepusat maupun yang sharing dengan pusat dimigrasikan ke mainframe dengan cara rehost jika sumbernya dari Linux atau dikonversi dulu ke Linux jika bukan dari Linux.
  2. Server pemkot/pemkab yang berbasis Linux di-rehost ke mainframe menjadi virtual server. Yang dari non-Linux terpaksa harus dikonversi ke Linux dan di-rehost.
  3. Setiap aplikasi dievaluasi. Yang bersifat sensitif dan/atau memerlukan proteksi lebih, berangsur dikonversi ke z/OS.

Topik-topik terkait mainframe

  1. Komputer Mainframe
  2. OS Mainframe
  3. Mengoptimasi z/OS
  4. GDPS – Konfigurasi Sistem Komputer Antar Kota Antar Propinsi
  5. Downsize – Manfaat apa Mudharat?
  6. Mainframe z/Enterprise, Cara Jitu Beternak Server
  7. Capacity Planning untukVirtualisasi
  8. Web Server Sederhana Berbahanbaku Rexx untuk z/OS
  9. Virtualisasi dengan z/VM makin Heboh

Topik-topik terkait e-Gov

  1. Seluk-beluk Membangun dan Mengelola e-Gov
  2. E-Gov Menjadikan Pemerintah Swalayan Tuntas
  3. Menyimak e-KTP
  4. e-Gov untuk Mencegah Kejahatan
  5. Agromatika – Jembatan ke Nusantara Hari Esok
  6. Agromatika – Konten Utama e-Gov Nusantara
  7. Merenungi e-Global
  8. Misteri Seputar IT
  9. Awan Cumulonimbus Hadir di Jagat IT

wpuser
dewi.sekarsari@yahoo.com
No Comments

Post A Comment