Paket zJOS-XDI Cukup Handal

19 Jan Paket zJOS-XDI Cukup Handal

Industri software memang modalnya murah, bahkan lebih murah dari warteg maupun warnet.   Dua atau tiga unit komputer dalam jaringan LAN sederhana pun kadang cukup.   Karena yang terpenting adalah mesin utamanya, yaitu otak manusia.   Karena pekerjaan utamanya adalah programming, sebuah rekayasa yang nyaris mutlak ditentukan oleh kecerdasan otak.

Saking pentingnya peran otak manusia disini, kadang sulit diperkirakan.  Kadang ada satu atau dua orang jauh lebih produktif ketimbang 100 orang.    Untuk merekayasa mekanisme logik tertentu, seseorang mungkin mampu menyelesaikannya dalam beberapa hari meskipun orang lain seprofesi mungkin perlu waktu beberapa tahun, bahkan tak mustahil ada yang seumur hidup tidak akan mampu menyelesaikannya.

Kembali ke soal modal murah.   Tiga komputer dalam jarigan LAN sederhana bisa jadi cukup.   Benarkah?    Untuk software berbasis PC Intel dan setaranya mungkin benar.   Tapii untuk software midrange dan mainframe akan lain ceritanya.   Tentu kita harus memiliki komputer midrange atau mainframe yang tidak murah.    Lantas, apa yang dilakukan NSI?    NSI jelas-jelas memproduksi software mainframe.   Apakah NSI punya mainframe?

Mampukah NSI punya mainframe?

Untuk saat ini NSI tidak mungkin memiliki mainframe.   Hidup hanya dengan satu nasabah, mbayar support team saja empot-empotan 🙁     Mana mungkin mampu beli mainframe?   Di negeri ini ada 8 situs mainframe, 4 bank dan 4 non-bank.  Andaikan pun 8 situs tersebut sudah menjadi nasabah NSI, kayaknya masih belum cukup untuk memiliki aset mainframe.   Kecuali jika harga produk NSI disetarakan dengan produk-produk asing yang sefungsi.    Karena dengan demikian, pendapatan tahunan NSI menjadi sekitar 30 – 35 kali lebih besar untuk setiap nasabah.    Itu pun jika hanya didukung oleh kurang dari 3 nasabah.

Konon ada cara lain bagi software developer untuk memiliki mainframe dengan biaya yang sangat rendah.  IBM menyediakan products development tool for System z (zPDT).   zPDT adalah emulator resmi IBM yang jalan di PC atau laptop mampu mengoperasikan binary copy OS mainframe.    Harganya sekitar Rp 50 jutaan sudah termasuk OSnya dan semua legal.   Namun persyaratannya cukup sulit untuk memiliki zPDT.    Pertama, harus sudah menjadi pengguna mainframe sekaligus nasabah IBM.   Artinya memiliki mainframe sendiri.    Kedua, diakui oleh IBM sebagai development partner.   Semua ini tidak bisa dipenuhi oleh NSI, setidaknya untuk saat ini.    Untuk memenuhi persyaratan ini, NSI harus menginduk pada perusahaan yang memiliki mainframe.    Lantas mendaftarkan diri ke IBM sebagai development partner.    Jika diterima, maka NSI baru diperbolehkan membeli zPDT agar tidak mengganggu mainframe perusahaan induk yang tentunya digunakan sebagai produksi.

Bagaimana NSI membuat EXE dan DLL?

Membuat source codes tentu dapat dilakukan di komputer mana saja selama tersedia text editor.   Tetapi untuk membuat load module (EXE) dan load library (DLL), tentu harus dilakukan di platform komputer dimana software tersebut akan dijalankan.    Maaf saya gunakan istilah EXE dan DLL untuk memudahkan pembaca yang awam.   Sebenarnya di mainframe (z/OS), manajemen software tidak hanya sebatas EXE dan DLL saja.    Meskipun source codes dibuat dalam bahasa yang portable, tetap saja kompilasi harus dilakukan di platform yang ditargetkan.   Karena portabilitas umumnya hanya sebatas source codes.   Lantas, bagaimana dengan NSI yang nggak punya mainframe?

NSI saat ini baru memiliki 3 produk yang tergabung dalam paket zJOS-XDI.   Kebetulan ketiganya disusun dalam assembly.   Bukan saja menunjang sejumlah kemudahan dalam menyusun algoritma otomasi yang akrab arsitektur yang didominasi system-level programming.    Namun juga soal ukuran paket demi kemudahan download bagi nasabah dan calon nasabah.    Pernah kami mencoba mengganti satu modul yang paling kecil dengan bahasa C.   Ternyata ukurannya menjadi berlipatganda.   Oleh karena itu NSI memutuskan tetap dengan assembly.

Untuk menjadikan EXE dan DLL, NSI harus meng-assembling (baca: mengkompilasi  assembly) dan link-edit (buildzJOS-XDI di mainframe.   Padahal NSI tidak punya mainframe.   Satu-satunya cara adalah menyediakan source codes lengkap dalam paket yang akan di-assembling dan link-edit di tempat semasa proses instalasi.    Nah… bagaimana dengan rahasia source codes-nya?    zJOS-XDI bukan open source lho!!!    Nasabah maupun siapapun tidak dibenarkan melihat apa lagi memiliki salinan source code-nya.    Untuk melindungi batasan tersebut, source code dipaket dalam bentuk encrypted dan tidak pernah di-decrypt sama sekali semasa maupun setelah proses instalasi.    Untuk meng-assembling-nya harus menggunakan package installation decryption (modul DERPACID), sebuah program utilitas khusus yang disediakan NSI yang mampu meng-assembling source code dalam keadaan encrypted.     Demikianlah cara NSI membuat EXE dan DLL.

Sebenarnya paket instalasi zJOS-XDI juga menyediakan salinan EXE dan DLL yang siap pakai.   Tetapi hanya dijamin untuk z/OS V1R4, V1R5 dan V1R9, karena memang dulu dapat salinan EXE dan DLL di ketiga versi z/OS tersebut.   Tetapi jika anda menginstalasi di selain ketiga versi z/OS tersebut, installer otomatis melakukan sysgen dari source codes yang encrypted.    Dengan demikian diharapkan kehandalan dan kompatibilitas zJOS-XDI dengan z/OS berlaku terus-menerus dari versi ke versi sepanjang tidak ada perubahan jeroan.

Asuransi buat nasabah lokal

Disertakannya salinan source codes dalam paket, meskipun encrypted sebenarnya merupakan merupakan asuransi yang lebih handal ketimbang barisan support.   Bagaimana tidak?    Sebanyak 68 modul inti dapat di-assembling di tempat kapan saja.    Terlebih bagi nasabah awal yang diberi kunci aktivasi permanen.   Katakanlah si pembuatnya mati pun, nasabah masih bisa bertahan selama mungkin sepanjang z/OS tidak mengalami perubahan jeroan.   Hal ini merupakan wujud keseriusan NSI dalam memenuhi kewajibannya sebagai vendor yang layak dipercaya.

Keseriusan seperti ini bukannya tanpa resiko.   Nasabah umumnya sangat serius memantau jadwal pembayaran perawatan tahunan karena takut tiba-tiba produk yang sedang dipakainya berhenti beroperasi karena kunci aktivasinya kadaluwarsa.    Namuin dengan disediakannya kunci aktivasi permanen, tentu nasabah menjadi lebih santai.    Jangankan hanya telat, tidak membayarkan tidak ada resiko teknis.   Nasabah bahkan bisa saja tidak memerlukan lagi perawatan tahunan.

Resiko di atas sangat disadari oleh NSI.   Tapi apa boleh buat, ini satu-satunya cara untuk merebut kepercayaan nasabah, mengingat NSI masih kelas gurem.   Nasabah masih mau mbayar perawatan tahunan saja sudah harus disyukuri.

wpuser
dewi.sekarsari@yahoo.com
No Comments

Post A Comment