Covid-19 Dajjal kah?

26 Mar Covid-19 Dajjal kah?

Cerita tentang Dajjal sudah sering saya dengar.    Serem memang..   Cerita Dajjal bukan tahayul, karena ada dalam setiap agama.    Dalam Islam, sumbernya hadits dan lumayan detil.    Meski mungkin ada beberapa deviasi, intinya sama.    Dajjal datang membawa petaka.    Manusia digiring untuk dijerumuskan ke dalam jurang fitnah, syirik dan kemurtadan.

Ujudnya fisiknya mengerikan dan tidak ada yang sanggup menentangnya.    Betapapun hebatnya dan canggihnya manusia, akan sia-sia melawannya.    Teknologi musnah dan manusia lumpuh total tak berdaya.

Ketika itu saya sangat sulit mencerna dongeng tersebut.    Bukan punahnya teknologi yang sulit saya cerna.    Teknologi punah masih bisa masuk di akal.   Karena teknologi membutuhkan energi.   Tentu jika kita tetap bergantung pada energi fosil, tak lama lagi akan habis dan teknologi akan serta merta mandeg jika kita tidak segera menemukan sumber energi terbarukan.

Yang sulit saya cerna, bagaimana mungkin milyaran manusia di muka bumi ini takut dan nurut mempertuhankan Dajjal.   Padahal manusia, jika sudah terkait urusan keimanan / keyakinan, nyawapun dipertaruhkan.   Bahkan untuk pemahaman yang kelirupun jika terkait ranah agama, orang berani ngotot yang berujung konflik.

Awalnya saya lantas berpikir, mungkin saja ajakan murtad dilakukan secara persuasif dan ilmiah.   Ah… sulit juga.    Selembut apapun, ajakan pemurtadan pasti akan segera dipahami.   Memang ada orang yang berani nekad mengingkari agamanya, semisal korupsi, merampok atau piara tuyul, babi ngepet dan sebagainya.     Namun tetap persentasinya sangat kecil terhadap populasi manusia.    Terlebih manusia sekarang sudah banyak yang pinter.    Tokoh keliru omong saja jadi heboh kok.

Lantas gimana kira-kira si Dajjal bisa berhasil menggiring milyaran manusia menjadi pengikutnya?   Apakah dengan tenung atau telepati?    Ataukah dia seperti robot terminator dalam filem Holiwood yang bisa secepat kilat mondar-mandir dari satu daratan ke daratan lain untuk memaksa manusia dengan kekerasan?    Sulit dibayangkan…

Hadirnya virus Covid-19 di tahun 2020 ini setidaknya menyadarkan saya untuk mengenang kembali sulitnya mencerna cerita tentang Dajjal.    Covid-19 yang awalnya muncul di Wuhan, Tiongkok, dalam tempo 3 bulan sudah berhasil menguasai seluruh permukaan planet bumi.    Nyaris semua kegiatan manusia dilumpuhkan.    Yang paling mencengangkan, rumah pendidikan dan rumah ibadahpun harus disepikan.

Lumpuhnya semua kegiatan manusia menunjukkan kemenangan sang virus.   Tetapi jika kita menentangnya dengan tetap beraktivitas, maka sang virus akan memiliki kesempatan berbiak lebih cepat.    Malah menang telak.    Jangan-jangan sifat Dajjal memang seperti itu.

Anehmya, sementara rumah ibadah sepi, rumah pendidikan sepi, berbagai aktivitas positif lumpuh, namun… nyinyir-menyinyir dan ejek-mengejek di ranah politik malah seperti mendapat angin baru.   Jangan-jangan pertanda kehadiran Dajjal memang seperti itu.

Menurut penjelasan hadits, Dajjal muncul dari arah timur dari negeri Persia, disebut Khurasan.     Covid-19 juga dari arah timur Persia, yaitu Wuhan, Tiongkok.    Saya amat sangat jauh dari kompeten untuk mengatakan bahwa Covid-19 itu Dajjal.    Ini hanya mencoba menganalogikan saja.   Siapa tahu Dajjal itu kiyas dari malapetaka yang dahsyat,

Lantas bagaimana melawan Dajjal?    Dalam hadits, Dajjal dikalahkan oleh Imam Mahdi, yaitu Nabi Isa AS yang diturunkan lagi ke bumi.    Yang pasti Nabi Isa AS sudah meninggal.   Apakah turun kembali sebagai manusia bisa diartikan dilahirkan kembali dari rahim seorang ibu lantas harus menunggu 15-20 tahun supaya dewasa untuk berperang melawan Dajjal, ataukah  langsung menyublim dari syurga seperti Nabi Adam AS, ataukah cara lain… tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Namun yang pasti, tidak ada makluk yang diperankan oleh Allah untuk mengalahkan Dajjal selain Nabi Isa AS.    Oleh karena itu, yang bisa kita lakukan hanyalah memohon kepadaNya untuk segera menurunkan Isa AS untuk membasmi sang Dajjal.

mm
Deru Sudibyo
deru.sudibyo@gmail.com
No Comments

Post A Comment