COVID-19: Waspadai Semua Yang Bernapas di Sekitarmu

06 May COVID-19: Waspadai Semua Yang Bernapas di Sekitarmu

Tahukah kamu kenapa harus pakai masker?   Karena masker akan menghalagi virus di udara bebas tersedot napasmu.   Bagi kamu yang positif terinfeksi Covid-19, masker juga menghalangi virus di napasmu tersebar ke udara bebas.    Apa arti semua ini?   Artinya, virus Covid-19 mampu bertahan hidup di udara bebas, entah berapa lama.   Bisa beberapa detik, bisa beberapa jam.   Boleh jadi menunggang partikel air atau droplet yang melayang-layang bebas di udara, atau cara lain, entahlah.

Tahukah kamu kenapa tanganmu tidak boleh menyentuh-nyentuh muka dan bagian-bagian tubuhmu yang berlobang?   Karena ada kemungkinan ada virus Covid-19  menempel di tanganmu.    Mungkin tanganmu telah menyentuh “sesuatu” yang ada virus Covid-19 nempel disitu.   Apa arti semua ini?   Artinya, virus Covid-19 mampu bertahan hidup dengan menempel pada benda-benda apa saja, entah berapa lama.   Anjuran mencuci tangan dengan sabun, menyemprot disenfektan pada ruangan dan obyek-obyek yang menjadi kerumunan orang memperkuat pendapat tsb.

Naaaah…   jika virus Covid-19 mampu bertahan di udara bebas, maupun menempel pada benda-benda apa saja, bukan mustahil virus itu juga mampu bertahan dalam organ pernapasan binatang jika tersedot napasnya, meski bukan inangnya.    Karena bukan inang, virus itu tidak bisa berkembang biak disana.   Tetapi jika tidak mati, masih ada potensi terhembus keluar kembali ke udara bebas dan tersedot oleh napas makluk lain, termasuk manusia.
 

Apapun yang bernapas, apapun yang menghembuskan udara, berpotensi menularkan Covid-19

 
Sudah ada bukti beberapa singa dan harimau positif Covid-19.   Singa dan harimau itu boleh jadi tidak sakit karena bukan inang.    Mereka ketahuan positif karena ditest.    Sehingga bukan mustahil, kucing, ayam, tikus bahkan cicak juga ada yang positif jika ditest.   Karena testnya hanya mengindikasi ada atau tidak adanya virus di cairan rongga hidung.   Sehingga selama ada udara yang tersedot masuk, pasti ada kemungkinan virus ikut terbawa masuk dan terjebak menempel di bagian yang basah, terlebih lengket.

Menjadi sakit atau tidak adalah hal lain.    Manusia yang jelas-jelas inang saja ada yang OTG.   Mungkin virus itu akan mati karena tempat itu bukan inangnya.   Tetapi logikanya, jika udara disitu dihembuskan keluar, ada kemungkian virus itu kembali ke udara bebas.    Daaaan…  virus yang masih hidup tentu masih berpotensi menular ke orang lain.

Oleh karena itu…  waspadalah pada semua yang bernapas.    Bukan saja kerumunan manusia.   Namun apa saja yang bernapas.   Jauhi binatang-binatang di sekitar kita.    Hindari tiupan kipas angin yang ada di tempat-tempat umum.      Ikuti protokol kesehatan ketika harus mendekati binatang.
 

Orang yang sudah divaksin masih bisa tertular dan menularkan Covid-19

 
Soal orang yang sudah divaksin bisa tertular, rasanya sudah banyak beritannya. Silakan google sendiri. Pernah diberitakan, bupati Sumedang positif Covid-19 meski sudah divaksin 2 kali. Sayang tidak ada berita susulan yang menceritakan berapa lama kembali negatif.

Ada juga berita serupa tetapi malah meninggal. Namun yang ini di India dan beritanya lebih jelas karena korban tertular virus varian baru yang tidak terjangkau oleh vaksin yang sudah disuntikkan.

Orang yang sudah kebal karena sudah divaksin, secara logika mirip dengan binatang.   Sementara boleh dikatakan bukan lagi menjadi inang bagi Covid-19.    Namun, selama pernapasannya tidak dilindungi dengan masker, virus yang kebetulan sedang berada di udara pasti bisa tersedot.   Karena sudah ada antibodi, virus tentu akan dimatikan.   Berapa lama virus akan bertahan?   Langsung mati?    Saya tidak tahu.   Tetapi secara logika, virus yang tersedot tadi masih ada kemungkinan terhembus keluar kembali ke udara bebas.    Daaaan…  virus yang masih hidup tentu bisa menular ke orang lain.
 

Apakah mobil dan sepeda motor juga menularkan?

 
Motor bakar pada mobil dan sepeda motor atau peralatan apa saja, adalah termasuk benda yang bernapas.   Dia menyedot udara melalui intake dan mengeluarkannya melalui knalpot.   Tetapi sebelum dikeluarkan, udara tersebut akan ditempa dengan kompresi yang cukup kuat, dicampur dengan semburan bahan bakar dan dibakar atau terbakar.   Tentu mustahil ada makluk biologis yang mampu bertahan dalam penderitaan semacam itu.

Justru motor bakar yang hidup atau aktif setidaknya ikut membantu mengurangi virus yang berada di sekitar lobang intake.   Tetapi hati-hati dengan kipas radiator atau kondensor AC.   Jika orang bersin di depan mobil berhenti yang mesinnya sedang hidup, ada kemungkinan semburan droplet tersedot melewati kisi radiator atau kondensor dan tersembur jauh ke belakang.   Orang yang di sekitar ruang mesin yang bisa merasakan hembusan kipas, berpotensi tertular jika yang bersin positif Covid-19.

Hati-hati juga dengan AC mobil, atau AC ruangan rumah.   AC mensirkulasi udara di ruang tersebut.   Artinya, semua hembusan napas yang ada di ruang itu, baik manusia maupun binatang, ikut tersirkulasi.   Virus yang ada disana berpotensi ikut tersirkulasi pula.   Nah, tergantung berapa lama virus itu mampu bertahan.
 

Catatan:

 
Saya yang menulis ini bukan pakar virologi dan bukan pula pakar ilmu kesehatan.   Tulisan ini semata hanya hasil kompilasi logis dari berbagai pemberitaan dan penjelasan tentang Covid-19 dan protokol kesehatan untuk memutus rantai penularannya.   Sepertinya prokes hanya fokus pada hubungan antar manusia.  Semoga tulisan ini melengkapinya.   Semoga ada manfaatnya.

mm
Deru Sudibyo
deru.sudibyo@gmail.com
No Comments

Post A Comment