Kiat-kiat Sederhana Merawat Mobil Konvensional

28 Aug Kiat-kiat Sederhana Merawat Mobil Konvensional

Bagi para pengguna mobil konvensonal, barangkali sebagian besar sudah pernah direpotkan oleh mobilnya. Ada kalanya tiba-tiba nggak bisa dihidupkan. Bisa juga sedang enak jalan tiba-tiba temperatur naik karena sabuk pompa air radiator putus, atau radiator bocor. Tiba-tiba rem blong, dan sebagainya. Terlebih mobil konvesional hari ini rata-rata sudah tua, tentu semakin banyak penyakitmya.

Kiat-kiat yang saya tulis disini khusus hanya untuk mobil berteknologi konvensional, dimana kita bisa andil melakukan perawatan, bahkan perbengkelan sendiri. Tentu hanya sekedar perawatan atau perbengkelan yang bisa dilakukan pemakai awam dengan peralatan seadanya.

Sedangkan mobil berteknologi modern umumnya dikawal dengan komputer, sehingga mengganti bola lampu pun harus memanggil technical support-nya, karena harus ada informasi dan parameter yang di-reset. Lebaaay yak.. mirip mengganti tinta pada printer 🙂

Tentang batere

Batere atau aki sering menjadi penyebab mobil mogok. Batere “soak” dan tidak kuat untuk menghidupkan mesin. Terlebih mesin diesel yang memerlukan tenaga besar untuk menghidupkan karena kompresinya tinggi. Kalo sudah terjadi begini, kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Solusinya ya didorong bila memungkinkan, atau beli batere baru untuk menggantikannya.

Yang perlu dimengerti, jika batere sudah tidak kuat memutar dinamo starter, jangan dipaksakan. Sering kita melihat seseorang mencoba berkali-kali mengidupkan mobilnya padahal baterenya sudah tidak kuat. Jika dipaksakan terus, maka dinamo starter menjadi panas dan rusak. Jika starter sudah rusak, meskipun batere diganti baru, tetap saja starter-nya lemah dan berpotensi merusak batere yang baru. Terpaksa starter harus dibengkelkan agar galak lagi. Tapi jika batere sudah terimbas ya tetep nggak mau galak. Demikian seterusnya.

Selain berimbas merusak dinamo starter, batere yang sudah soak juga berimbas merusak dinamo pengisian (alternator). Karena alternator lelah dipaksa mengisi terus-menerus sepanjang mesin hidup. Jika batere diganti baru ketika alternator sudah rusak, maka batere baru tersebut akan terimbas dan soak lagi. Demikian seterusnya… Dan kalo suda begini. solusinya adalah mengganti batere baru dibarengi dengan mereparasi dinamo alterntor dan/atau starter. Maka dari itu, kita harus waspada soal batere. Begitu sudah nampak gejala loyo, harus cepat-cepat diganti yang baru. Boros donk? Nah… gini ceritanya 🙂

Ini bukan teori… tapi pengalaman. Saya punya 2 mobil offroad bermesin diesel berukuran besar dan dua-duanya dengan batere 100Ah. Namun dua-duanya memakai batere setidaknya 5 tahun. Bahkan salah satunya (Jeep CJ-7 diesel 3.4L) pernah pakai batere dari tahun 1996 baru ganti 2008. Weleh.. 12 tahun yak 🙂 Padahal batere yang saya pakai kelas rakyat (murah meriah) tapi bukan abal-abal. Kenapa bisa demikian?

Pertama, batere yang baru dibeli tidak langsung dipasang. Setidaknya nginep dulu sekurangnya 24 jam. Hal ini untuk lebih menjamin homogenitas larutan kimiawi batere. Akan lebih baik lagi jika sambil di-charged dengan arus 3A selama nginep. Hal ini untuk menjamin muatan batere benar-benar penuh.

Kedua, ketika dipasang di mobil, upayakan tugas paling awal bukan untuk menghidupkan mesin. Karena menghidupkan mesin memerlukan tenaga besar untuk memutar starter. Lebih baik yang paling awal bukan gentakan pengurasan, tetapi gentakan pengisian. Bagaimana caranya? Yang saya lakukan, jika memungkinkan, mobil dihidupkan dengan didorong setelah batere baru terpasang. Jika tidak memungkinkan, mobil dihidupkan dengan batere mobil yang satunya lagi, kebetulan ukuran baterenya sama. Dalam kadaan hidup, lantas kabel disambungkan ke batere baru yang sudah mapan ditempatnya.

Selain itu, dalam pemakaian sehari, saya selalu menjaga agar batere tidak tekor. Setiap kali parkir, mesin baru saya matikan setidaknya 30 detik setelah semua beban listrik (lampu, AC, radio dll) saya matikan. Pengoptimalan setelan idle-up AC tidak berdasarkan suara maupun kelangsaman RPM, melainkan kelangsaman konsumsi listrik. Indikatornya dengan amphere meter, dan setelan idle-up AC diupayakan untuk menjaga agar jarum amphere meter tetap tegak, atau setidaknya tidak terlalu anjlog ketika kompressor AC aktif. Dalam perjalanan malam, lampu besar saya matikan setiap kali berhenti, baik di lampu merah maupun kemacetan. Bahkan dalam kondisi merayap pelan di kemacetan pun saya sering mematikan lampu besar. Jadi tidak aneh jika batere bisa berumur panjang kan?

Tentang elektrisitas

Batere termasuk komponen elektrik. Disini giliran membahas elektrisitas di luar batere. Sebenarnya, selama kita tidak merubah konfigurasi elektrisitas bawaan pabrik dan merawat batere, dinamo alternator dan starter dengan benar, umumnya elektrisitas aman-aman saja. Namun kadang kita tidak puas dengan konfigurasi standar. Kita ingin memasang sejumlah beban tambahan, seperti lampu sorot, lampu hias, sound system yang dung-dung, winch dsb. Nah … inilah yang perlu hati-hati.

Komponen paling utama sistem elektrisitas adalah kabel, yaitu media mengalirnya arus dari sumber ke beban. Dalam membahas kabel, kadang kita tidak boleh membayangkan saluran air. Rangkaian switch atau saklar memang bisa dibayangkan seperti kran pada saluran air. Tapi arusnya tidak sama. Pada saluran air, arus akan selalu menyesuaikan kapasitas saluran tanpa peduli kondisi target. Mungkin kondisi sumber ada pengaruhnya sedikit bila potensinya berlebihan. Namun target tidak berpegaruh. Sehingga saluran tidak akan rusak oleh kondisi target.

Sedangkan pada kabel, arus akan selalu menyesuaikan targetnya. Makin besar beban targetnya, makin besar pula arusnya, selama tegangannya tetap. Kabel-kabel pada konfigurasi standar umumnya sudah disesuaikan dengan beban standar. Apabila beban ditambah, maka arus akan bertambah. Jika arus melampaui kapasitas kabel, maka kabel menjadi panas dan sambungan maupun soket yang dilaluinya makin mengering. Akibatnya, keketatan kontak soket maupun sambungan terhalang oleh jelaga atau materi isolator yang meleleh dan gosong. Arus makin terhambat dan efek panas pun makin meningkat. Pada gilirannya, beberapa bagian akan terbakar dan sangat berpotensi menyelenggarakan hubungan pendek. Akibatnya, musibah pun tak terelakkan.

Cara yang paling aman manakala kita ingin menambahkan beban elektrik adalah membuat jalur terpisah dari batere dengan kabel yang memadahi. Mengganti beban standar dengan daya yang lebih besar biasanya sudah tersedia kit-nya. Misalnya mengganti lampu utama dengan daya yang lebih besar. Kabel cangkokkannya sudah ada di toko, tinggal pasang. Yang penting jangan salah pasang. Baca baik-baik petunjuknya. Prinsipnya, kabel yang dari dashboard hanya digunakan untuk memicu relay. Sedangkan catudaya lampu diambil langsung dari batere. Pemakai tidak merasakan perubahan apapun selain lampunya nambah terang.

Untuk pemasangan beban baru (yang semula tidak ada), perlu dicermati apakah harus ikut kontak (ignition) atau bebas. Lebih afdolnya dibikin 2 saluran baru yang cukup besar, masing-masing dengan kabel 55A atau setara kabel B pada alternator dan dijaga dengan sekering 35A. Yang satu ikut kontak dan yang lain bebas. Yang ikut kontak berarti tersambung dengan batere melalui relay (penguat) kaki 30 dan 87. Kaki 85 terhubung dengan kontak dan 86 arde. Selanjutnya setiap beban disambung paralel dengan salah satu kabel tersebut, sesuai kategorinya.

Ada yang memilih cukup dengan kabel bebas. Untuk beban-beban yang ikut kontak dipasang relay sendiri-sendiri. Alasanya, dengan satu relay terpusat, soketnya sering gosong karena arus tersendat oleh soket yang tipis. Jika relay tersebut rusak, semua beban jadi padam. Memang benar.

Saya pun sering melakukan hal yang sama. Tetapi hanya jika tidak menemukan relay yang besar. Jika ada relay yang besar (biasanya untuk starter), saya memilih konfigurasi terpusat dengan soket yang besar pula. Pasalnya, selain perawatannya mudah, juga merasa lebih aman tidak membiarkan arus bebas terlalu banyak apalagi masuk ke wilayah kabin. Sedapat mungkin arus bebas hanya pada kabel pengisian batere (kabel B), yaitu yang menghubungkan batere dengan alternator. Selebihnya dikawal dengan kunci kontak.

Semua beban dan semua trigger-nya (saklar atau yang lain), untuk amannya harus melalui sekering. Sehingga perlu sarang sekering tambahan khusus untuk semua beban tambahan yang ada, baik yang sudah terpasang maupun reserved untuk yang belum direncanakan. Jangan nebeng ke sarang sekering standar dan jangan pula dengan sekering terpisah-pisah. Karena menyusahkan perawatan.

Memanaskan mobil

Mobil yang jarang dipakai harus sering dipanasi. Umumnya memanaskan mobil hanya menghidupkan mesin. Cara itu benar, tetapi namanya memanaskan mesin mobil. Jika mobil berminggu-minggu nongkring di garasi hanya dipanaskan dengan cara itu, jangan kaget jika pas dipakai remnya bocor, dan/atau seal kopling bocor, dan/atau slang AC bocor atau mampet, dan/atau stir terasa kasar, dan/atau bahkan ban benjol.

Sekali terpasang, komponen-komponen yang mengandung karet, dan/atau minyak harus diaktifkan secara rutin. Jika tidak, karet akan melekat lengket atau mengering kaku dan robek. Karet seal pada piston rem atau kopling jika kelamaan nganggur umumnya lengket dengan dinding silinder karena kontaminasi endapan dan air. Slang karet pada AC dan/atau pompa power steer jika kelamaan nganggur, kulit luarnya mengering kaku dan retak-retak. Ban jika kelamaan diam ditempat, bagian yang berada di bawah penyok (terlebih jika kurang angin), dan lama-lama penyokan menjadi semi permanen.

Untuk menghindari masalah-masalah di atas, sebaiknya memanaskan mobil adalah jalan dengan lintasan minimal. Semua fungsi diaktifkan, termasuk roda, rem, setir, kopling, transmisi, AC, dan bila perlu semua lampu meskipun sekejap guna menghindari tekor. Jika jalan tidak memungkinkan, karena malas atau jalurnya ramai, mungkin bisa disimuasi dengan maju-mundur di halaman rumah atau bahan di garasi. Yang penting semua fungsi sempat diaktifkan, meskipun sekejap.

Kenyang dulu sebelum tidur

Mobil yang akan berhenti lebih dari sehari, sebaiknya tanki BBM dipenuhi. Kenapa? Pasalnya, udara kita sangat lembab, alias mengandung air. Jika tanki tidak penuh, di atas permukaan BBM menjadi ruang udara. Makin kosong tanki, makin besar ruang udara di atas BBM. Berarti makin banyak juga uap air yang menghuni ruangan tersebut.

Ketika temperatur turun, misalnya malam hari, terjadi pengembunan dan titik-titik air jatuh ke permukaan BBM. Karena air lebih berat, maka air terus ke dasar tanki. Jika semalam terkumpul 10 titik, maka seminggu akan terkumpul setidaknya satu sendok makan. Sebulan akan terkumpul 4 sendok makan. Cukup banyak bukan?

Endapan air dalam tanki BBM biasanya sebagian memicu oksidasi materi endapan lain dan dinding tanki, sehingga membentuk materi seperti lumpur berwarna kopi. Lumpur inilah yang bisa menyumbat saluran BBM ke mesin. Untuk mesin bensin, pompa (rotax) BBM juga bisa terganggu dan macet atau korslet. Selain itu, dinding tanki juga karatan dan lama-lama bocor.

Untuk mesin diesel, endapan air sulit untuk berkontak langsung dengan dinding tanki, karena diselimuti oleh lendir solar. Kemungkinan karatan dan keropos kecil. Tetapi lumpurnya lebih banyak karena solar umumnya tidak sebersih bensin. Jadi kemungkinan tersumbatnya saluran ke mesin lebih tinggi.

Bagaimana mencegahnya? Makin kecil ruang udara makin sedikit pula volume air yang bakal mengembun masuk ke BBM. Oleh karena itu upayakan tanki selalu penuh untuk menjaga agar ruang udara di dalam tanki sekecil mungkin. Setidaknya, ketika mobil mau istirahat, bikin tankinya kenyang dulu.

Selain tanki BBM, tanki minyak rem juga perlu kenyang. Kadang kita nggak nyadar meskipun setiap kali melihat minyak rem tampak keruh seperti campur lumpur. Itu akibat emulsi air yang berasal dari udara yang lembab. Air tersebut yang nantinya akan mengoksidasi bagian-bagian yang tidak tahan karat dan juga merekatkan karet seal dengan dinding silider. Tapi memang sulit menjamin tanki minyak rem tanpa ruang udara. Karena tinggi permukaan minyak sudah ada batasnya.

Mencegah karat pada radiator

Mungkin sudah menjadi kelaziman manakala melihat air radiator berwarna coklat. Tidak lain karena tercampur karat, baik dari mesin maupun dari radiator itu sendiri. Kalo tidak coklat ya putih susu atau hijau karena coolant. Tapi seringkali coolant juga menjadi coklat kalah dengan karat.

Warna-warna tersebut tidak akan anda jumpai di radiator mobil saya. Tahu kenapa? Awalnya radiator saya isi oli sekitar secangkir. Teknik ini hanya spekulasi saking keselnya melihat warna mengerikan meskipun pakai coolant. Tentu dengan pertimbangan, tidak akan ada bagian yang terimbas oleh kehadiran oli. Ternyata spekulasi tersebut benar. Sudah puluhan kali ganti air sepanjang 10 tahun labih, tapi air selalu bening. Padahal tidak diisi oli lagi. Cuman sekali saja dulu sebelum tahun 2000. Tapi beningnya hingga hari ini. Tidak hanya itu… radiatornya juga awet. Yang satu belum pernah bocor semenjak diisi oli 13 tahun lalu. Yang satu lagi sempat bocor sekali 5 tahun lalu gara-gara leher sambugan ke slang retak.

Jamur tumbuh dalam Biosolar (ditambahkan 6 Oktober 2014)

Sulit dipercaya… tapi ini fakta. Googling belum dapat referensi fakta ilmiah. Tapi saya dapat obatnya dari teman. Itu terjadi belum lama, sekitar sebelum bulan Puasa Juli 2014. Lagi jemput anak tiba-tiba terasa masuk angin. Untuk minggir parkir aja nggak keburu. Karena posisi di tengah jalan, maka terpaksa saya start lagi dan pedal gas saya geber terus dan akhirnya sampai ke pinggir meski parkirnya agak mencong. Lantas saya pompa, karena dugaan saya masuk angin. Begitu terasa berat, saya start ulang. Ternyata masih ogleg-ogleg pincang nggak ada tenaga. Akhirnya saya buka filter solar dua-duanya dan saya bersihkan, dan mobil kembali normal. Tidak sempat melihat seperti apa kotorannya karena kejadian itu sudah malam.

Esoknya, di rumah saya kuras tanki melalui drain plug-nya. Lumayan kerja berat karena isi tanki masih di atas 100L. Tidak banyak kotoran yang tampak. Hanya saja warna minyak coklat gelap, lebih pekat dari teh poci ala Tegal. Tidak ada air, karena selama mobil nganggur saya jaga tanki penuh. Karena tidak ada kotoran yang signifikan, maka tanki tidak diturunkan. Cukup dikocor dan di-drain sambil mobil digoyang-goyang. Setelah dianggap tuntas, solar saya masukkan lagi melalui saringan rangkap. Semua filter saya ganti baru. Lobang saluran kapiler di pompa juga dikoret-koret. Banyak keluar kotoran seperti bulu-bulu karpet keluar dari sana. Setelah semua terpasang kembali, hati saya pun menjadi tenang

Namun anehnya, seminggu kemudian terjadi lagi. Lantas saya lakukan hal yang sama lagi. Seminggu dua minggu kemudian terjadi lagi dan diatasi dengan cara yang sama lagi. Demikian terus berulang masalah yang sama dalam seminggu dua minggu. Cara mengatasinya pun sama. Mau nurunin tanki ragu, karena memang kenyataannya setiap kali tanki di-drain, tidak ada kotoran yang signifikan.

Akhirnya, kejadian 2 minggu lalu saya ambil langkah untung-untungan. Tanki saya turunkan, meski harus makan waktu 1 1/2 hari karena baut amgkur sasis macet. Maklum, baut itu tidak pernah dibuka. Di bawah, tanki diisi solar setengah ember, lantas diangkat 2 orang dan dikocok-kocok. Tidak ada yang aneh. Karena penasaran, diisi bensin 1 liter dan dikocok-kocok lagi. Juga tidak ada yang aneh. Karena sewot, tanki dibawa ke tukang las dan dibedah supaya dinding dalamnya bisa digosok dengan sikat dan tangan. Ternyata di dasar tanki ada semacam lumut atau jamur yang melekat seperti karpet dan harus dikerok. Pipa saluran yang ke mesin juga harus dikorok karena nyaris rapet oleh lapisan seperti karpet yang meng”gudal” tersebut.

Malamnya, di pos keamanan komplex ketemu dengan kawan yang kerja di pabrik Mercedes Assembler. Karena dia melihat mobil saya di jalan depan rumah dan tankinya masih tergeletak di bawah, diapun menanyakan. Lantas saya cerita. Ternyata dia sudah menduga sebelumnya, pasti karena jamur. Dia cerita panjang-lebar soal jamur biosolar yang sedang menjadi isu di tempat kerjanya. Benar-benar di luar dugaan saya. Tidak ada bayangan sama sekali bahwa solar yang notabene senyawa hidrokarbon (C-H) bisa menjadi media tumbuhnya jamur dan bakteri. Saya lupa bahwa solar sekarang adalah biosolar, bukan lagi alkana. Tentu unsurnya C-H-O seperti makanan kita sehari-hari. Keesokannya dia kasih saya 2 botol @ 100ml obat penawarnya. Kayaknya obat itu belum beredar di pasar.

Lantas saya mikir… Weleh… dulu ketika solar masih murah, banyak diberitakan kasus pemalsuan minyak sayur dengan campuran solar. Hari ini sebaliknya, minyak sayur dicampurkan ke dalam solar. Tapi bukan pemalsuan, justru prestasi karena bisa membuat sumber energi terbarukan dengan minyak bio.

Saran kawan saya itu, sebaiknya mobil dengan biosolar jangan lebih dari seminggu harus sudah isi ulang BBM. Bahkan lebih baik lagi jika pas mengisi ulang isi tanki sudah hampir habis, untuk menjamin biosolar yang di tanki selalu baru. Bagaimana caranya wong mobil saya LC yang tankinya 160L dan dipakainya paling seminggu 2 kali 🙁

Topik-topik terkait otomotif

 

 

mm
Deru Sudibyo
deru.sudibyo@gmail.com
34 Comments
  • Gaex blue
    Posted at 02:41h, 24 February Reply

    Tanya pak, untuk radiator biar awet pengisian olinya disaat kondisi terisi air atau disaat radiator kering? Tks

  • Deru Sudibyo
    Posted at 03:22h, 24 February Reply

    (1) Buka drain plug radiator untuk membuang airnya dan dikocor air bersih terus sambil mesin hidup sampai air yang keluar jernih.
    (2) Drain plug di blok mesin dibuka untuk mempercepat sirkulasi air dan dikocor air bersih terus sampai air yang keluar bener-bener jernih.
    (3) Matikan mesin dan tuntaskan pembuangan air. Jangan lupa tanki cadangan juga dibersihkan. Bila perlu dicopot dan dikocok dengan detergen agar bersih seperti baru.
    (4) Tutup lagi semua drain plug yang tadi dibuka. Pasang kembali tanki cadangan.
    (5) Isikan air bersih ke tanki cadangan sampai garis maximum.
    (6) Tuangkan secangkir oli ke radiator dan langsung dikocor air sambil mesin dihidupkan.
    (7) Setelah radiator penuh, pasang tutupnya dan mesin jangan dimatikan dulu sampai panasnya optimum. Lebih baik lagi dibawa jalan secukupnya. Lantas parkir dan matikan mesin.
    (8) Beberapa jam kemudian atau sebelum mobil dijalankan lagi, buka kap motor dan ganti air cadangan dengan air bersih. Oli yang mengapung di radiator akan masuk ke tanki cadangan. Maka membersihkan tanki cadangan ini perlu dilakukan ulang setiap hari atau 2-3 hari sekali sampai tidak tampak ada oli mengapung lagi.

    Catatan:
    Saya tidak menganjurkan untuk jenis radiator yang mengandung bahan plastik (biasanya bagian atas). Yang saya lakukan hanya untuk radiator yang full logam.

  • lemahlanang Trading
    Posted at 06:45h, 28 April Reply

    boss kalo sumbu roda depan land rover diganti tanpa gardan seperti milik isuzu elf atau truk bisa gak? trus milik mbl yang mana yang pas?
    thx bosss

  • Deru Sudibyo
    Posted at 07:08h, 28 April Reply

    Ya bisa banget. Gak usah pake punya mobil lain. Copoy aja kopelnya. Btw kenapa LR mau dibikin 4×2 ya?

  • Yudi Fribadi
    Posted at 02:51h, 23 September Reply

    Mohon pencerahannya, bagaimana cara mengisi air radiator pada Landy Disco 1, coz punya saya gampang overheat. Di tabung reservoir nya gak terlihat level pengisian air, so kalau dingin saya mengisi air hingga batas sambungan tabung reservoir tersebut, tetapi hasilnya adalah overheat. Tidak ada kebocoran di radiator dan selang-selangnya. Terima kasih atas pencerahannya. Wasalam Yudi.

  • Deru Sudibyo
    Posted at 10:35h, 23 September Reply

    Radiator tidak bocor tapi temperatur tinggi. Berarti peredaran air tidak mampu menahan kenaikan suhu. Bisa jadi karena peredarannya lambat atau pendinginan airnya yang kurang memadahi.

    Dari faktor air ada beberapa kemungkinan sbb:

    (1) Putaran pompa melambat, mungkin karena tali kipasnya slip. Yg ini mudah, tinggal diketatkan lagi atau ganti tali jika ternyata talinya sudah rusak.

    (2) Kompresi pompa sudah menurun alias rusak. Berarti pompanya harus turun, dilihat apakah bisa diperbaiki atau diganti baru.

    (3) Kompresi pompa normal tetapi di saluran air dalam blok mesin ada penghalang. Mungkin karat atau kotoran lain. Cara yang paling mudah, buka drain plug di blok mesin (biasanya ada di bagian buritan blok) dan buka tutup radiator. Lantas kocor dengan air yang kenceng dalam keadaan mesin hidup. Umumnya dg cara ini sembuh.

    Dari faktor angin ada beberapa kemungkinan sbb:

    (a) Kipas melambat. Jika kipas tsb mekanik, bisa karena tali yg selip atau karena pengatur kipasnya (yg di poros) sudah dol. Perkara tali solusinya seperti (1). Tapi jika pengatur porosnya sudah dol, berarti ganti kipas baru. Saya rasa iklim di negeri kita lebih cocok untuk kipas kuno yg tanpa pengatur poros. Mobil saya juga saya matiin pengatur porosnya, sehingga jarum temperatur nggak pernah melampau 40% dalam situasi yg paling parah spt macet di bawah terik matahari.

    (b) Untuk kipas elektrik, bisa jadi sensornya sudah nggak tajam. Jangan main ganti asal. Perlu diperiksa dulu rangkaian sensornya untuk menentukan mana yg perlu diperbaiki atau diganti.

    (c) Bisa jadi hembusan angin terganggu oleh sejumlah komponen atau asesori tambahan yg terpasang di depan grill.

    (d) Bisa jadi hembusan angin masih normal, tetapi bebannya bertambah. Misalnya karena AC digedein atau AC mulai mampet, atau sharing dengan intercooler cangkokan. Berarti daya kipas harus ditambah. AC kalo sudah agak mampet juga harus dilancarkan lagi ke tukang AC.

    Semoga membantu 🙂

  • Candra
    Posted at 17:03h, 25 September Reply

    pak, saya mau tanya mengenai ‘air’ radiator + ‘oli’ yang dipakai shg radiatornya bisa awet sampai bertahun2 ? apakah menggunakan air H2O buat tambah air aki, air tanah sumur pompa, air pam, air a**a galon dan secangkir oli yang digunakan oli mesin dgn spek tertentu atau bgm ya? Mohon pencerahannya pak….mobil saya buatan 2012 t*y*t* a***za…trmksh

  • Deru Sudibyo
    Posted at 23:07h, 25 September Reply

    Air biasa (H2O alami) dari sumur atau PAM. Yg penting bersih/bening agar ada bedanya manakala muncul karat. Olinya juga saya ambilkan sisa oli mesin. Tidak ada spec tertentu. Yg penting oli ini bukan larut dalam air, melainkan akan menempel pada dinding setiap saluran yang dilewatinya. Makin bagus oli tentu makin besar daya tempel (adhesive) nya ke benda padat. Dia membentuk lapisan tipis semacam film coating sekujur dinding saluran air, sehingga terlindung dari munculnya karat.

  • Litrama Wijaya
    Posted at 15:54h, 05 April Reply

    Drain plug di blok mesin itu yg mn pak?

  • Andrew Steviano
    Posted at 13:36h, 06 April Reply

    kerennnn………..salam kenal Pak

  • ari bagariang
    Posted at 04:38h, 11 April Reply

    mobil saya gak bisa start saat mesin panas
    mohon penecerahann nya pak.

  • Deru Sudibyo
    Posted at 19:17h, 21 April Reply

    Mohon maaf baru sempat membalas….

    Pastikan semua sambungan kabel yang menuju starter, baik dari kontak (relay) maupun dari batere ketat. Jika di kepala batere ada garam, buka dan bersihkan dulu, lantas pasang lagi seketat mungkin. Mur pengikat kabel pada starter (umumnya mur 17mm), juga harus bersih dan ketat. Lantas dicoba start lagi dan setelah mesin panas, matikan dan start lagi. Jika menjadi tokcer, berarti masalah sudah teratasi. Jika tidak, silakan baca lanjutan di bawah ini…

    Umum masalah pada komponen starter. Jika tidak ada suara sama sekali, mungkin perlu dicek dg testpen apakah arus listrik sampai ke relay starter. Jika sampai, testpen di bagian starter switch (sebenarnya relay menggunakan solenoid). Jika ada arus, berarti arus sampai ke switch tapi switch tidak bekerja sama sekali.

    Jika ada suara cetok-cetok tetapi tidak ada gelagat putaran mesin… berarti arus sampai ke starter switch dan switch merespon tetapi motor starter tidak muter sama sekali. Switch masih bekerja tetapi arus tidak sampai ke motor starter.

    Nah.. baik merespon atau tidak, selama arus sampai ke starter switch, tetapi mesin sama sekali tidak diputar, maka bisa dipastikan starternya bermasalah. Jika masalah hanya muncul ketika mesin sudah panas, mungkin saja ada kerenggangan entah pada ikatan kabel maupun penyambung arus pada switch ataupun pada motor starter. Ketika panas, memuai dan merenggang sehingga arus terhalangi dan tidak kuat memutar motor yang dibebani mesin.

    Jika anda paham rangkain starter dan punya alatnya, silakan turunkan dan bongkar sendiri. Jika tidak, bawalah ke bengkel khusus starter.

    Jika ada respon yang menunjukkan adanya putaran mesin tetapi terlalu lemah, maka boleh jadi batere sudah lemah atau motor starter bermasalah. Namun karena anda bilang hanya terjadi ketika mesin panas, maka dipastikan bukan batere, melainkan motor starter. Solusinya sama, bongkar. Namun kali ini pastikan motornya, bukan switch.

    Mudah2an membantu 🙂

  • RENORE Painthouse
    Posted at 04:44h, 02 June Reply

    Pak, cj7 saya kontaknya tetap nyala walaupin posisi kunci off. Apa karna bendiknya rusak? Awalnya karna saya mau coba buka bendik stater lalu tdk sengaja kabel positif nempel dgn ground melalui obeng yg saya pakai.

  • Deru Sudibyo
    Posted at 07:58h, 02 June Reply

    Kabel positif yg ngeground kabel yg mana ya? Kabel yg ke switch starter? Atau kabel yg ke relay sebelum switch starter? Atau kabel starter yg besar?

    Jika yg ngeground kabel yg ke switch atau relay, paling korslet pada switch starter atau relay starter tsb. Mestinya tidak berakibat kontak on terus. Kontak tetap bisa on/off. Tapi starter tidak bisa nyala karena sekering putus.

    Tetapi jika yg ngeground kabel starter yg besar yg langsung dari baterei, dan ngeground ke sasis atau bodi, maka boleh jadi banyak komponen elektrik yg rusak. Banyak switch atau relay yg picunya dengan ground, seperti lampu parkir, 4×4 lever, rangkaian indikator oli, baterei dan temperatur dll. Jika groundnya menjadi positif, tentu akan terjadi kontak yg tidak normal dan kebakar. Akibatnya nempel terus. Yg paling memungkinkan kontak on terus adalah kerusakan pada rangkaian indikator baterei. Karena berkaitan dg IC atau regulator alternator.

    Sementara hanya itu yg bisa saya bayangkan. Itupun dg asumsi konfigurasi kabel mobil anda masih standar. Jika sudah tidak standar, apapun bisa terjadi dan yang seharusnya tahu tentu orang yg merubah konfig tsb.

  • daniel simangunsong
    Posted at 21:51h, 16 June Reply

    Om mw nanya…sy pke taft independent. ..udh 2 bln ini jrg jalan.. ini 1 mnggu gk d panasin kok susah start yh…kt tmen acunya ngedrop..sy udh charge. .. tpi ttep gk hidup..yg mw sy tnya masalah ada di acu atw dynamo start yh? Mohon pencerahan nya om…trmikasih sblmny…

  • Deru Sudibyo
    Posted at 04:58h, 17 June Reply

    Bisa salah satu atau dua2nya. Kalo ada accu lain yg sehat dan seukuran mungkin lebih mudah untuk mengetahui. Atau jika ada mobil lain yg mesinnya dan spec accunya sama. Sementara coba ketatkan seluruh rangkaian kabel dari accu ke starter dan dicoba lagi.

  • Achmad jerryansyah
    Posted at 04:42h, 16 July Reply

    Om, kalau ac dinyalakan stir akan terasa berat saat belok tapi apabila ac dimatikan stir akan kembal enteng. Itu kenapa ya om? Dan solusinya gimana ?

    • mm
      Deru Sudibyo
      Posted at 06:57h, 16 July Reply

      Ini hanya kalo mobil stasioner atau jalan tapi tidak digas kan? Karena kalo sedang apalagi sambil digas juga terasa, berarti sangat aneh dan nyaris mustahil. Wong tanpa power steer juga enteng.

      Kalo ini kasus baru (dulunya normal), periksa dulu apakah idle-up AC nya masih normal. Mungkin mampet atau ada kebocoran vakum atau kabel lepas atau slang vakum copot shg idle-up tidak efektif.

  • Ridi
    Posted at 11:53h, 03 October Reply

    Om, kalau colokan kunci mobil kita putar menjadi on dari posisi sebelumnya off terus tidak ada muncul lampu keterangan yang ada di dashbor (di areal speedometer)/ tidak ada arus listriknya asama sekali sehingga tidak bisa di starter(tidak ada bunyi apa2) itu apanya yang bermasalah ya? mohon penjelasannya

    terima kasih

    • mm
      Deru Sudibyo
      Posted at 14:40h, 03 October Reply

      Maksudnya, kontak ON tapi gak ada tanda-tanda kehidupan? Bisa saja arus putus atau batre mati. Bisa dicoba apa saja yang bisa hidup tanpa mesin jalan, misalnya klakson, lampu kabin, radio/tape dll. Jika batre mati, maka tidak ada yg bisa hidup. Jika ada sekering sentral, bisa saja sekering sentralnya yg putus – gejalanya sama seperti batre mati.

      Jika masih ada yg bisa hidup, entah klakson entah lampu kabin, berarti batre tidak mati dan/atau sekering sentral tidak putus. Mungkin rangkaian kontak putus atau relay starter putus atau starternya rusak.

  • arie
    Posted at 08:22h, 16 November Reply

    gan, mau tnya.. apa penyebab kabel pada switch starter ( pada sambungan kaki relay nomor 87 ) terbakar?? padahal relay dah saya ganti pake yang baru. matur tengkyu sebelumnya..

    • mm
      Deru Sudibyo
      Posted at 10:47h, 16 November Reply

      Starter switchnya korslet gan. Mungkin switchnya nempel terus karena awalnya ada yg kebakar. Mungkin karena basah, atau keropos kemakan umur. Relay kaki 87 seharusnya utk arus menuju beban. Batere –> 30 –> 87 –> beban. Kadang dibalik, batere –> 87 –> 30 –> beban. Jika kabelnya kebakar, berarti bebannya menjadi massa alias korslet. Supaya lebih yakin, pakai testpen, ditest dg kutub +.

  • anang hariyanto
    Posted at 23:11h, 24 February Reply

    mau tanya pak.. kebetulan saya punya fj 40 mesin saya ganti 13 B versi built up. kebetulan rusak pompa olinya. saya berusaha mencari tp sulit. kira-kira yg ada di mana..? misal tidak ada bisa di ganti dg punya seri berapa…? tks

    • mm
      Deru Sudibyo
      Posted at 06:47h, 28 February Reply

      13B di Indonesia dipakai untuk truk Dyna. Mungkin sama pompanya dengan Dyna. Saya punya 13B import, tapi belum pernah bermasalah di pompa oli, jadi belumm pernah survey. Tapi filter olinya pakai punya Land Cruiser BJ40. Dyna tidak kompatibel. Padahal mesin BJ40 adalah 1B, bukan 13B. Tapi ya itulah faktanya. Bisa jadi pompanya pun sama dg 1B punya BJ40.

  • prasetyo
    Posted at 22:52h, 06 August Reply

    mau tanya….
    saya punya fj40. tapi mesin sudah ganti diesel 1B (truk dyna lama/sama mesin bj40)
    nah yg jadi masalah. kalau mobil tidak dihidupkan/dipanasin lebih dari 2 minggu. mobil gak bisa di start/aki tekor. tapi setelah didorong bisa hidup normal. trs dipanasi sebentar dimatikan trs dihidupkan lagi lancar/aki kuat ngangkat/tidak tekor. nah ini yg rusak aki nya atau altenator pengisian nya (saya coba tempel obeng di pully nya jg ada gaya magnet nya soalnya) altenator model yg ada saluran vakum utk rem boster)

    • mm
      Deru Sudibyo
      Posted at 23:33h, 06 August Reply

      Yang rusak bisa aki atau bisa rangkaian beban termasuk alternator itu sendiri, maupun bebannya. Pertama, pastikan kabel kontak (ignition) (merah) tidak ada arus ketika kontak OFF. Jika ada arus, berarti salah rangkai dan harus dibetulkan. Jika rangkaian semacam ini sudah lebih dari seminggu, sebaiknya bongkar alternatornya dan periksa barangkali ada bagian yang harus diservis. Hal ini mirip dengan membiarkan mobil parkir dalam kondisi kontak ON tapi mesin mati.

      Kedua, periksa air akinya, jika sudah keruh cenderung menghitam berarti sel aki sudah rusak. Jangan diservis, melainkan ganti dengan aki baru. Menservis aki soak bisa menyebabkan kerusakan komponen lain dalam sistem.

      Ketiga, jika tidak ada beban permanen semacam central lock yang tetap hidup meski mobil parkir, maka pastikan tidak ada arus mengalir ketika kontak OFF. Caranya, cabut kabel negatif aki dan hubungkan dengan test pen. Jika test pen nyala, berarti ada kebocoran arus. Harus dicari sumber kebocoran tsb dan diperbaiki atau diganti. Biasanya soket kabel, relay, flasher yang sudah tua dan kotor dan/atau basah, sehingga menyebabkan ada aliran kecil. Aliran ini dalam waktu yg cukup panjang bisa bikin tekor aki.

      Jika memang ada beban permanen, lepaskan dulu beban tsb dan test dg cara yang sama. Jika hasil test nihil, ada kemungkinan beban permanen itu sendiri yang sudah kurang normal.

  • Prasetyo
    Posted at 16:30h, 09 August Reply

    ok. saya coba test nya. test pen nya model test pen biasa kaya obeng – itu yg utk listrik rumah. atau tes pen yg ada kabel – nya. biasa dipakai orang2 bengkel mobil. ya?

    • mm
      Deru Sudibyo
      Posted at 06:18h, 10 August Reply

      Betul, spt obeng. Testpen listrik rumah adalah untuk 220V, indikator tidak nyala untuk aki yg hanya 12V. Mending dibelikan test pen 12V.

  • rizal
    Posted at 11:04h, 30 September Reply

    Pak Deru, mobil saya tft hiline 88. Biasanya gampang hidup ketika start pagi, namun beerapa hari belakangan sulit. Sekali dua sy pompa, ada buih (gejala msuk angin), start hidup. Namun pagi ini sama skali tidak hidup meskipun sudah dipompa berkali-kali dan glow. Kondisi tangki BBM 1/2, asap normal tanpa jelaga. Kondisi ini berbanding terbalik ketika mesin sudah panas, sekali start hidup. Mohon pencerahannya pak,,trmksh

    • mm
      Deru Sudibyo
      Posted at 16:20h, 30 September Reply

      Pak Rizal, dilihat dari gejalanya, kalo sudah panas menjadi tok cer, kemungkinan pemanasnya (glow plug) sudah gak fungsi. Tapi harusnya tidak masuk angin. Sebaiknya ditest dulu pemanasnya satu per satu. Yang gak fungsi diganti.

      Jika ternyata semua pemanas masih bagus, ada kemungkinan aliran BBM mampet. Biosolar sangat kotor. Saya sudah tiga kali mogok gara2 biosolar mampet. Sekarang pakai sedimenter dg tabung kaca biar kelihatan. Saya ragu akurasi sensor elektrik.

  • rahmad fauzi
    Posted at 18:35h, 24 April Reply

    082276193218. Tolong miscal pak. Saya mau curhat tentang mesin 1 hdt saya yg pincang saat gas tanggung

    • mm
      Deru Sudibyo
      Posted at 06:08h, 28 April Reply

      Maaf baru respon, kebetulan beberapa hari ini komputer saya bermasalah sehingga nggak sempat nengok blog. Ok nanti saya misscall. Namun karena hidup saya ini malam, lebih baik lewat komen-komen disini aja dulu pak.

      Soal mesin pincang ketika digas ada beberapa kemungkinan berdasarkan pengalaman yang saya tahu a.l:
      1. Filter BBM gejala mampet, solusinya ganti filter
      2. BBM kotor, solusinya kuras tanki dan ganti filter
      3. Nozzle mancrut, solusinya bersihkan dan setel nozzle
      4. Injektor tidak balance, solusinya kaliberasi injektor
      5. Kabel solenoid catu BBM hampir putus.

      Khusus untuk 1HDT, nomor 5 didahulukan. Caranya, hidupkan mesin dan 3 kabel sejalur yang menuju pompa injektor dicoba digoyang. Jika mesin ngedet atau mati, berarti kabel itu sudah putus di dalam soket. Tiga kabel itu 1 ke solenoid kran BBM dan 2 yang lain sensor RPM. Kalo gak salah BBM yang coklat. Untuk memastikan, yang BBM dalam kondisi mesin mati menjadi massa. Jadi test aja dengan testpen. Soket ini karena umur, sambungan kabel di dalamnya kadang sudah putus tapi masih nempel karena kepegang karet penahannya. Tapi ketika mesin goyang atau panas, menjadi putus-sambung sehingga mesin menjadi pincang. Jika memang perkara ini, ganti saja soket dan kabelnya.

      Jika bukan ternyata bukan nomor 5, maka dahulukan nomor 1 dan 2. Buka tutup pembuangan (drain plug) tanki BBM dan tampung BBM yang keluar kira-kira 1 liter. Periksa apakah ada kotoran dan/atau air. Jika benar, kuras tanki, bersihkan dan isikan kembali. Tanki kotor atau bersih, tetap ganti seluruh filter BBM. Lantas test lagi apakah masih pincang.

      JIka masih pincang, lakukan nomor 3 sendiri atau ke bengkel. Jika masih pincang juga, datanglah ke bengkel khusus injektor diesel untuk melakukan nomor 4. Mudah2an tidak sampai tahap ini sudah tidak pincang. Tapi 1 s/d 4 memang perawatan umum diesel, dimana 1 s/d 3 malah harus rutin setidaknya 1 tahun sekali. Jika BBMnya biosolar, mungkin perlu lebih sering lagi, seperti ganti oli. Sedangkan no 4 boleh lebih jarang, namun jangan sampai kecolongan karena mesin 6 silinder kepincangan tidak segera terasa seperti 4 silinder.

      Jika semua tahap sudah dilakukan dan masih tetap pincang, mungkin kita perlu komunikasi lebih intensif.

  • Mokh. Yusroni
    Posted at 10:21h, 20 June Reply

    Pak, trooper sy klo stir putar mentok kiri atau kanan serasa mesin mau mati klo gak injak gas terus….kenapa ya…? Matur nuwun…

    • mm
      Deru Sudibyo
      Posted at 04:20h, 22 June Reply

      Torsinya sudah kalah melawan kompresi powersteer. Gejala ini dimungkinkan oleh 2 hal sbb:
      1. Mungkin pembakaran gak rata atau kompresi bocor. Harusnya sudah terasa tenaga berkurang atau keluar asap putih dan mungkin ada gejala pincang. Jika mesin diesel, asap sudah bau pedas.

      Untuk mengetahui apakah pembakaran gak rata atau kompresi bocor, buka tutup oli dalam keadaan mesin hidup. Jika ada semburan hawa keluar (blowby), dipastikan kompresi bocor, dan harus turun mesin. Jika gak ada blowby, berarti pembakaran gak merata. Mungkin ada nozzle yang mancrut. Atau busi yang sudah gak normal (khusus motor bensin).

      2. Jika semua yang di no 1 tidak terjadi, berarti ada yang mampet di sistem powersteer.

Post A Comment